Microsoft Tutup LinkedIn di China, Ada Apa?

Mircosoft akan tutup platform Linked In di China akhir tahun 2021

Wanovy | Teknologi | 19-10-2021

Microsoft resmi mengumumkan akan menutup platform LinkedIn versi lokal di China karena pemerintahan Xi Jinping terus memperluas sensor internet.

LinkedIn adalah jejaring sosial AS terakhir yang masih beroperasi di China, yang menjalankan beberapa aturan sensor paling ketat.

Platform media sosial dan situs web lain seperti Twitter dan Facebook telah diblokir selama lebih dari satu dekade di negara itu. Sementara Google memutuskan untuk menutup operasinya pada 2010.

Perusahaan akan mengakhiri operasi situs web LinkedIn di negara itu karena "lingkungan operasi yang jauh lebih menantang dan persyaratan kepatuhan yang lebih besar di Cina."

LinkedIn telah dikritik karena memblokir profil jurnalis Amerika Serikat di China karena berbagi "konten terlarang." Akademisi, pegawai pemerintah, dan tokoh lain di platform tersebut juga telah diblokir karena alasan yang sama.

Linkedin kemudian membela tindakan itu dengan mengatakan bahwa platform lokalnya di China, yang diluncurkan pada tahun 2014, harus mematuhi undang-undang China.

LinkedIn mengakatan pada akhir tahun ini perusahaannya akan menganti dengan layanan baru yang disebut InJobs, yang akan membatasi unggahan konten tertentu sesuai dengan peraturan yang berlaku di China. Layanan baru tersebut tidak akan mencakup umpan sosial atau fitur untuk berbagi artikel.

Keputusan itu diumumkan langsung oleh Senior Vice President of Engineering LinkedIn, Mohak Shroff, pada Kamis (14/10/2021) lalu.

"Kami telah mengambil keputusan untuk menghentikan layanan kami (LinkedIn) di China akhir tahun ini," tutur Shroff dalam sebuah posting blog.

LinkedIn sendiri merupakan situs jejaring sosial milik Microsoft yang menghubungkan para profesional di seluruh dunia dan digunakan sebagai platform untuk mencari pekerjaan.

Menurut Shroff, keputusan ini diambil sebagai upaya perusahaan dalam mematuhi aturan pemerintah China, khususnya terkait platform internet yang beroperasi di negara tersebut.

Aturan ketat yang diberlakukan oleh pemerintah China, juga dikatakan Shroff turut mempengaruhi "ruang gerak" LinkedIn dan dinilai cukup menantang.

"Kami juga menghadapi lingkungan operasional yang jauh lebih menantang dan persyaratan kepatuhan yang ketat di China," ujar Shroff.

Disisi lain, data dari firma riset Statista menunjukkan bahwa China adalah pasar terbesar ketiga LinkedIn. Pada bulan Juli, CEO Microsoft Satya Nadella mengatakan LinkedIn menyumbang sekitar US$10 miliar dalam pendapatan tahunan. Microsoft mengakuisisi LinkedIn pada 2016 senilai US$26,2 miliar.

Tag : teknologi, apps, linkedin, microsoft

Berita Terkait