Media asing Soroti Suara Azan Bising, Warga Takut dibilang Menista Agama

Ilustrasi Mesjid dengan alat pengeras suara.

Maraden | Nasional | 14-10-2021

PARBOABOA, Jakarta – Media asing asal Perancis, AFP menyoroti suara Azan di Jakarta yang dinilai mengganggu ketenangan warga. Suara azan dinilai terlalu berisik yang bisa mengakibatkan warga berpotensi mengidap gangguan kecemasan (anxiety disorder).

AFP mengunggah tulisan berjudul “Ketakwaan atau gangguan kebisingan? Indonesia mengatasi reaksi volume azan”, yang juga menyoroti sikap warga Jakarta yang terkesan takut untuk mengkomplain suara azan karena dianggap terlalu bising dan mengganggu kenyamanan.

Dalam tulisannya AFP mengatakan azan dan masjid adalah dua hal yang dihormati di Indonesia, negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia. Mengkritik azan dan masjid adalah hal yang berpotensi ancaman 5 tahun penjara.

Salah satu narasumber dalam tulisan di media AFP adalah seorang wanita usia 31 tahun, dengan nama samaran Rina yang pengidap gangguan kecemasan akibat suara azan dari masjid di dekat rumahnya. Akibat gangguan yang dialaminya, Rina bahkan tidak bisa tidur, mengalami mual, dan sulit makan. Namun dikatakan oleh media tersebut, Rina takut menyatakan protesnya soal suara azan tersebut.

Narasumber media tersebut mengatakan takutnya warga melakukan komplain terkait gangguan akibat bisingnya suara azan di Indonesia dapat berujung sensitif hingga bisa dikaitkan ke tuduhan penistaan agama dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

“Tidak ada yang berani mengeluh mengenai hal itu. Di sini mengeluhan suara azan bisa dinilai sensitif dan dapat berujung pada tuduhan penistaan agama,” kata narasumber AFP tersebut.

Selain AFP, media lokal Prancis lain yang juga menyoroti kasus serupa yakni RFI. Dalam laporannya RFI membuat tulisan terkait keluhan soal pengeras suara yang bising semakin meningkat di media sosial.

Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menanggapi laporan media asing yang menyoroti suara azan di Ibu Kota. Dia meminta semua pihak untuk tak mempermasalahkan suara azan mengingat mayoritas masyarakat Indonesia berpenduduk muslim.

"Jadi tidak usah dipermasalahkan kalau ada di media asing. Dari jaman nenek kita, leluhur kita udah ada azan. Jadi bisa disampaikan bahwa ini adalah Indonesia yang mayoritas muslim, ya warganya setiap jam salat," kata Riza saat di DPRD DKI Jakarta, Kamis (14/10/2021).

Tag : nasional, suara azan, protes suara azan, suara azan bising, wagub dki jakarta

Berita Terkait