Kenali Apa itu Rem ABS pada Motor dan Begini Cara Merawatnya

Ilustrasi motor dengan rem ABS.

Maraden | Otomotif | 11-10-2021

PARBOABOA – Beberapa model sepeda motor di Indonesia kini sudah dilengkapi dengan fitur Anti-lock Braking System (ABS). ABS adalah sebuah sistem dalam kendaraan yang membantu Anda tetap aman berkendara meskipun melaju di jalanan yang cukup licin atau ketika Anda mengerem secara mendadak. Rem ABS membantu mencegah kedua roda terkunci dan kehilangan traksi saat melakukan pengereman secara mendadak atau hard braking.

Pada kendaraan tanpa rem ABS, semua roda kendaraan akan terkunci saat melakukan pengereman mendadak, hal itu membuat kendaraan sulit untuk dikendalikan.

Rem ABS memiliki komponen yang sering disebut kontroler. Komponen ini sebagai otak dari fitur ABS tersebut, dikarenakan kontroler bekerja mengendalikan katup dan mengolahnya berasal data dari sensor kecepatan pada semua bagian roda.

ABS dilengkapi tiga katup pengereman, katup berfungsi untuk memaksimalkan tekanan minyak rem yang langsung tersambung dengan rem, sedangkan katup kedua berfungsi untuk menghalangi tekanan pada minyak rem agar tidak dilanjutkan ke rem. Kemudian, katup ketiga akan menghalangi sebagian tekanan dari minyak rem agar hanya setengah saja yang diteruskan pada rem kendaraan.

Fitur ABS ini juga dilengkapi pompa untuk mengembalikan tekanan yang ada pada jalur pengereman agar dapat diantarkan ke katup rem tersebut.

Agar sistem pengereman ABS ini dapat berfungsi secara optimal, konsumen juga disarankan untuk rutin mengecek kondisi komponen rem ABS dan pendukung lainnya. Pemeriksaan rutin pada komponen ABS selain memastikannya berfungsi optimal, juga akan mendeteksi kerusakan yang terjadi secara dini, dengan begitu penanganan masalah dapat segera dilakukan.

Berikut komponen rem ABS yang perlu secara rutin dicek oleh pemilik sepeda motor:

1. Memeriksa Kondisi Minyak Rem

Melakukan pengecekan minyak rem dimaksudkan agar sistem pengereman motor dapat berkerja dengan baik. Volume minyak rem pada tangki reservoir harus dipastikan tetap sesuai standar sesuai batas yang tertera pada tangki tersebut. Penggantian minyak rem disarankan setiap 20.000 kilometer atau setiap 1 - 2 tahun sekali disesuaikan dengan pemakaian motor.

2. Memeriksa Kondisi Kanvas Rem

Kampas rem adalah komponen yang juga vital, karena komponen inilah yang berfungsi menjepit piringan cakram pada saat tuas rem ditekan oleh pengendara. Karena itu pemilik motor wajib memeriksa dan membersihkan secara rutin kanvas rem. Kanvas rem yang aus akan membuat pengereman tidak optimal. Jika kanvas rem sudah mulai hasbis, disarankan segera menggantinya dengan yang baru.

3. Memeriksa Kondisi Selang Rem

Selang rem berfungsi menghubungkan tuas rem dengan kaliper. Melalui selang ini, minyak rem akan mendorong kaliper secara hidrolik untuk menekan piringan cakram. Masalah pada selang rem yang bisa terjadi seperti retak, bocor, hingga tertekuk. Untuk itu disarankan selalu mengecek kondisi selang rem.

4. Membersihkan Kaliper dan Cakram Rem

Kaliper dan cakram rem juga perlu dirawat dan dicek kondisinya. Membersihkannya dari debu, tanah, minyak serta kotoran lain yang menempel pada komponen dapat menambah usia pemakaian komponen tersebut. Pastikan juga komponen tersebut dalam kondisi rigid dan tidak kendor. Sebab jika kondisinya bergetar atau goyang, maka komponen-komponen tersebut akan saling bergesekan dan menyebabkannya cepat aus.

5. Memeriksa Indikator ABS

Biasanya Indikator ABS terdapat pada dashboard sepeda motor. Fungsi dari Indikator ABS adalah untuk memberikan informasi kepada pengendara terkait kondisi peranti ABS yang tertanam pada motor. Jika lampu indikator menyala selama motor dinyalakan, artinya telah terjadi malfungsi pada sistem pengereman ABS. Jika hal itu terjadi, disarankan untuk segara membawa ke bengkel resmi untuk pengecekan lebih lanjut.

Tag : otomotif, perawatan motor, rem abs, cara kerja rem abs, merawat rem abs

Berita Terkait