Kabel Laut Papua Putus, Menkominfo Pastikan Tidak Terjadi Total Blackout
Putus sekitar pukul 19.40 WIB atau 21.40 WIT pada 30 April 2021.

By ultimatemyspace 08 Jun 2021, 15:48:46 WIB Teknologi
Kabel Laut Papua Putus, Menkominfo Pastikan Tidak Terjadi Total Blackout

Keterangan Gambar : Menkominfo Pastikan Tidak Terjadi Total Blackout


Kabel Laut Sulwesi Maluku Papua Cale System (SMPCS) Biak-Jayapura putus sekitar pukul 19.40 WIB atau 21.40 WIT pada 30 April 2021. Kejadian ini menyebabkan gangguan telekomunikasi di sejumlah wilayah Papua hingga saat ini. 

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny Gerard Plate menegaskan, putusnya jaringan kabel laut itu tidak membuat seluruh wilayah Papua mengalami gangguan atau blackout. Johny mengatakan terputusnya kabel fiber optik milik PT Telkom ini terjadi pada posisi 280 kilometer dari Kota Biak di kedalaman 4.050 meter di bawah permukaan laut.

Menurut Johny, total kapasitas yang terdampak akibat putusnya kabel laut tersebut sebesar 154 Gbps. Adapun total trafik normal Papua sebesar 465 Gbps.

Baca Lainnya :

"Yang terdampak itu sepertiga dari total trafik. Saya perlu tekankan ini karena ada kesan seolah-olah putusnya kabel tersebut mengakibatkan total black out di Papua. Tidak betul, yang betul terdampak pada 154 dari total 464 Gbps," kata Johnny dalam jumpa pers yang diadakan virtual di Youtube Kemkominfo TV, Senin (7/6/2021)

Kejadian putusnya kabel laut di wilayah tersebut bukanlah yang pertama. Menurutnya, kejadian serupa telah lima kali terjadi dan penyebab utama nya adalah faktor alam.

"Empat kejadian sebelumnya diakibatkan oleh faktor alam dan satu akibat dari alat bantu tangkap ikan. Dapat kami simpulkan sementara sebelum nanti keputusan atau evaluasi akhir disampaikan kepada media yaitu potensi diakibatkan oleh faktor alam," ungkapnya.

Johny membantah terputusnya kabel laut fiber optik itu dapat menyebabkan total blackout atau pemadaman total di Papua. Terputusnya kabel laut fiber optik ini hanya berdampak pada empat titik, yaitu di Kota Jayapura, Abepura, Sentani dan Sarmi. Menkominfo saat ini masih terus melakukan koordinasi dengan PT Telkom dalam upaya penanganan dan pemulihan jaringan di wilayah terdampak. 

Berdasarkan informasi yang  diperoleh, kapasitas link back up yang tersedia sebesar 4,7 Gbps, ditunjang dari pemanfaatan link satelit sebesar 2.662 Mbps, radio long houl Palapa Ring Timur 500 Mbps dan radio long houl Sarmi-Biak 1.600 Mbps.

"Untuk mengamankan kualitas link pada saat proses penyambungan, Telkom juga menyediakan back up link khusus untuk wilayah Manokwari dan Biak sebesar 40 Gbps melalui Palapa ring Timur," ujar Johnny

Johny menambahkan, proses pemulihan jaringan kabel bawah laut ini tidak dapat dilakukan dengan mudah, mengingat kedalaman kabel fiber optik yang teputus itu berada pada kedalaman yang mencapai 4.050 meter. Untuk mengatasinya, dibutuhkan peralatan khusus yaitu penggelaran melalui kapal.

"Untuk mengamankan kualitas link pada saat proses penyambungan, Telkom juga menyediakan back up link khusus untuk wilayah Manokwari dan Biak sebesar 40 Gbps melalui Palapa ring Timur," ujar Johnny

Menkominfo menargetkan pemulihan jaringan telkomunikasi di empat wilayah itu akan rampung dalam satu pekan ke depan.






Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment