Fantastis, Sebidang Tanah Digital Ini Laku Rp 40 Miliar!

Ilustrasi

Wanovy | Teknologi | 26-11-2021

Sebidang tanah “digital” telah laku terjual seharga 618.000 MANA (mata uang digital di Decentraland) atau sekitar Rp 42,6 Miliar. Tanah digital tersebut dibeli oleh sebuah perusahaan investasi asal Kanada. Transaksinya pun menggunakan bitcoin.

Perusahaan yang fokus pada desentralisasi finansial, Tokens.com itu membeli tanah digital di Decentraland, yaitu sebuah metaverse berbasis blockchain yang di dalamnya mata uang kripto dijadikan alat tukar untuk mendandani avatar, membeli properti, dan berinteraksi dengan anggota lain.

Perusahaan tersebut mengumumkan baru saja membeli sebidang tanah berukuran 116 petak tanah di pusat kawasan mode (Fashion Street) di Decentraland, dunia virtual berbasis jaringan Ethereum.

Dalam keterangan tertulisnya, Tokens.com mengumumkan, tanah digital itu dibeli melalui anak perusahannya yang bernama Metaverse Group.

Setiap bidang tanah digital yang dibeli setara dengan 52,5 kaki persegi (4,8 meter persegi). Jadi bila ditotal, tanah digital yang dibeli Metaverse Group baru-baru ini luasnya mencapai 565,7 meter persegi.

Rencananya tanah digital itu akan digunakan untuk membangun fasilitas pentas peragaan busana digital. Selain itu akan juga dibangun jaringan e-commerce yang menyediakan busana bermerek.

Seperti diketahui, akhir-akhir ini metaverse memang disebut-sebut sebagai masa depan teknologi digital. Facebook baru-baru ini mengganti nama menjadi Meta karena ingin fokus pada bidang tersebut.

Meta berencana mengucurkan investasi senilai USD 50 juta atau sekitar Rp 714 miliar untuk membangun metaverse-nya sendiri.

Bos Facebook atau Meta, Mark Zuckerberg mengatakan bahwa metaverse buatannya akan berupa ruang-ruang virtual, tempat pengguna bisa berkreasi dan bertemu dengan orang lain yang tidak sedang berada di ruang nyata yang sama.

Hingga saat ini, ada beberapa brand yang sudah masuk ke dunia metaverse, seperti brand mewah Louis Vuitton dan Burberry. Keduanya diketahui membuat game berbasis NFT untuk mempromosikan mereknya.

"Fashion menjadi area selanjutnya yang akan mengalami pertumbuhan besar di metaverse," kata Sam Hamilton, Head of Content di Decentraland Foundation.

Menurut CEO Token.com Andrew Kiguel, tanah digital berukuran 116 petak di Decentraland itu akan melengkapi portofolio real estat metaverse yang sudah dimiliki perusahaan sebelumnya.

"Kami senang anak perusahaan kami (Meteverse Group) berhasil menyelesaikan transaksi real estat digital yang penting ini,” kata Andrew Kiguel.

Lewat Metaverse Group, Tokens.com disebut akan lebih mengembangkan Fashion Street dan membawa peluang baru bagi merek fashion untuk menampilkan merchandise digital terbarunya.

Tag : tanah virtual, desentraland, metaverse, NFT

Berita Terkait