Haiti Semakin Memprihatinkan, 17 Misionaris Amerika Diculik di Ibukota Haiti

Ilustrasi penculikan

rini | Internasional | 18-10-2021

PARBOABOA, Haiti - Keadaan Haiti semakin memprihatinkan setelah pembunuhan Presiden Moise pada Juli lalu. Negara termiskin di Benua Amerika itu menghadapi krisis politik yang menyebabkan kekerasan meningkat tajam.

Selain itu gempa bumi yang melanda pada Agustus lalu menambah deretan masalah yang sedang menghantui Haiti. Sebanyak 2000 orang dilaporkan meninggal dan upaya pemulihan wilayah berlangsung lama karena krisis ekonomi.

Pada Sabtu (16/10) sebanyak 17 orang misionaris Amerika Serikat dan keluarga dilaporkan telah diculik oleh kelompok geng di Ibu Kota Port-au-Prince.

"Penculikan itu terjadi setelah para misionaris meninggalkan panti asuhan di negara Karibia yang dilanda krisis," bunyi laporan New York Times dikutip Senin (18/10).

Mengutip pejabat setempat, The New York Times melaporkan para misionaris itu diculik dari bus yang hendak mengantar mereka ke bandara untuk menurunkan sejumlah anggota kelompok sebelum melanjutkan perjalanan di Haiti. Sebanyak 3 orang dari korban merupakan anak dibawah umur.

Pada Sabtu (16/10) malam waktu AS, juru bicara Departemen Luar Negeri AS menyatakan telah mengetahui laporan tersebut. Mereka mengatakan akan menjadikan keselamatan warga sebagai prioritas utama.

"Kesejahteraan dan keselamatan warga AS di luar negeri adalah salah satu prioritas tertinggi Departemen Luar Negeri. Kami mengetahui laporan ini dan tidak memiliki tambahan apa pun untuk ditawarkan saat ini," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS.

Biro Investigasi Federal (FBI) dan Departemen Luar Negeri AS tengah melakukan upaya untuk membebaskan warga AS yang diculik tersebut, namun sejauh ini belum mengetahui lokasi terkini para misionaris itu.

Ibukota Haiti sudah dikuasai oleh geng-geng kekerasan yang menyebabkan banyak warga telah meninggalkan daerah tersebut. Jalanan kota tersebut menjadi lengang bahkan di siang hari.

Tag : internasional, haiti, penculikan misionaris as, geng kekerasan merjalela di hait

Berita Terkait